Tafsir Ibnu Katsir Surah Huud ayat 118-119

3 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Huud
Surah Makkiyyah; surah ke 11: 123 ayat

tulisan arab alquran surat huud ayat 118-119“Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Allah menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119)” (Huud: 118-119)

Allah memberi kabar, bahwasanya Allah mampu untuk menjadikan manusia semuanya menjadi satu umat, baik dalam keimanan atau dalam kekufuran, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan jikalau Rabbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang di muka bumi seluruhnya.” (QS. Yunus: 99)

Firman-Nya: walaa yazaaluuna mukhtalifiina. Illaa mar rahima rabbuka (“Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu.”) Maksudnya, penyimpangan tetap masih terjadi di antara manusia dalam agama mereka, dalam keyakinan mereka, dalam ikutan mereka dan dalam pandangan mereka.

Dan firman-Nya: illaa mar rahima rabbuka (“Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu.”) Maksudnya, kecuali orang-orang yang dirahmati, yaitu pengikut-pengikut para Rasul yang berpegang teguh kepada perintah agama.

Para Rasul Allah memberi tahu mereka; bahwa langkah mereka masih seperti itu hingga datangnya Nabi (Muhammad saw.), penutup para Rasul dan para Nabi, lalu mereka mengikutinya, membenarkannya dan membelanya, maka mereka meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat karena mereka adalah kelompok yang selamat, sebagaimana telah ada hadits yang diriwayatkan dalam kitab-kitab musnad dan sunan dari berbagai jalur yang saling menguatkan:

“Sesungguhnya, orang-orang Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan. Dan sesungguhnya, orang-orang Nasrani telah terpecah menjadi tujuhpuluh dua golongan. Dan umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga Tongan yang semuanya di neraka kecuali satu golongan.” Mereka (para sahabat) berkata: “Siapa mereka wahai Rasulullah?” Beliau saw. berkata: “Yaitu, siapa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya (yang mengikutiku dan mengikuti para sahabatku).”

Al-Hakim meriwayatkan dalam mustadraknya dengan tambahan ini. Qatadah berkata: “Kelompok yang mendapatkan rahmat Allah adalah kelompok al Jama’ah (mereka tidak berselisih), meskipun negeri dan badan mereka berpencar-pencar. Dan kelompok yang bermaksiat kepada-Nya adalah kelompok yang berpecah-pecah, meskipun negeri dan badan mereka bersatu.”

Dan firman-Nya: wa lidzaalika khalaqaHum (“Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka.”)

Al-Hasan al-Bashri berkata dalam suatu riwayatnya: “Allah menciptakan mereka untuk berbeda-beda.” Makki bin Abi Thalhah berkata dari Ibnu Abbas: “Allah menciptakan mereka dengan dua kelompok, sebagaimana firman-Nya: ‘Maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.’” (QS. Huud: 105). Dan dikatakan: “Allah menciptakan mereka untuk dirahmati.”

Firman-Nya: wa tammat kalimatu rabbika la-amla anna jaHannama minal jinnati wan naasi ajma’iin (“Kalimat Rabbmu [keputusan-Nya] telah ditetapkan: ‘Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka jahannam dengan jin dan manusia [yang durhaka] semuanya.’”) Allah Ta’ala mengabarkan, bahwasanya Allah telah mendahulukan keputusan-Nya dan takdir-Nya, karena pengetahuan-Nya yang sempurna dan kebijaksanaan-Nya yang selalu berlaku, bahwa sebagian orang yang Allah ciptakan, ada yang berhak mendapatkan surga dan ada yang berhak mendapatkan neraka dan bahwasanya Allah mesti memenuhi neraka Jahannam dengan dua makhluk ini, yaitu jin dan manusia, Allah mempunyai alasan yang tepat dan kebijakan yang sempurna.

Dalam ash-shahihain, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Surga dan neraka saling berselisih, maka surga berkata: `Mengapa yang masuk kepadaku hanya orang-orang yang lemah dan orang-orang yang berperingkat rendah.’ Dan neraka berkata: `Aku dipenuhi dengan orang orang yang sombong dan penguasa,’ maka Allah berfirman kepada surga: `Engkau adalah rahmat-Ku, denganmu Aku merahmati siapa saja yang Aku kehendaki.’ Dan Allah berkata kepada neraka: `Engkau adalah siksa-Ku, denganmu Aku menyiksa siapa saja yang Aku kehendaki. Setiap salah satu dari kalian berdua, mereka akan memenuhinya. Adapun surga, masih tetap ada di dalamnya tempat yang berlebih, sehingga Allah menciptakan makhluk untuknya yang menempati kelebihan tempat surga tersebut. Dan adapun neraka, ia senantiasa selalu berkata: ‘Apakah ada tambahan, sehingga Rabb yang Mahaperkasa meletakkan kaki-Nya, maka neraka berkata: ‘Cukup-cukup, demi kemulyaan Engkau.’”

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: