Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Nahl ayat 104-105

21 Sep

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Nahl (Lebah)
Surah Makkiyyah; surah ke 16: 128 ayat

tulisan arab alquran surat an nahl ayat 104-105“Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (al-Qur’an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka adzab yang pedih. (QS. 16:104) Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta. (QS. 16:105)” (an-Nahl: 104-105)

Allah Ta’ala memberitahukan bahwa Dia tidak akan memberi petunjuk kepada orang yang menolak berdzikir kepada-Nya serta melengahkan diri terhadap apa yang telah Dia turunkan kepada Rasul-Nya serta tidak memiliki tujuan untuk beriman kepada apa yang datang dari sisi Allah. Manusia jenis ini tidak akan mendapatkan petunjuk menuju iman kepada tanda-tanda kekuasaan-Nya serta apa yang dibawa oleh Rasul yang diutus-Nya di dunia, dan di akhirat kelak dia akan mendapatkan siksaan yang menyedihkan lagi menyakitkan.

Selanjutnya, Dia juga memberitahukan bahwa Rasul-Nya bukan seorang yang mengada-ada dan bukan pula pembohong, sebab yang mengada-ada kebohongan terhadap Allah dan Rasul-Nya adalah makhluk yang paling jahat; innal ladziina laa yu’minuuna bi aayaatillaaHi (“Yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah”) dari kalangan kaum kafir, atheis, yang di masyarakat dikenal sebagai pendusta.

Sedangkan Rasulullah, Muhammad saw, merupakan orang yang paling jujur, paling baik, dan paling sempurna ilmu, amal, iman dan keyakinannya. Beliau dikenal sebagai orang yang paling jujur di kalangan kaumnya, dan tidak ada seorang pun yang meragukan hal tersebut, sehingga di kalangan mereka, beliau diberi gelar “al-Amin”.

Oleh karena itu, ketika Heraclius, raja Romawi, bertanya kepada Abu Sufyan mengenai berbagai persoalan yang berkenaan dengan sifat Rasulullah saw, yang di antaranya ditanyakan: “Apakah kalian pernah menuduhnya berdusta sebelum dia mengatakan sesuatu?” Abu Sufyan menjawab: “Tidak pernah.” “Jika kepada manusia saja dia tidak pernah berdusta, apalagi kepada Allah,” lanjut Heraclius.

Bersambung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: