Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 138

19 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 138“Dan mereka mengatakan: ‘Inilah binatang ternak dan tanaman yang dilarang; tidak boleh memakannya, kecuali orang yang kami kehendaki,’ menurut anggapan mereka, dan ada binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan binatang yang mereka tidak menyebut nama Allah di waktu menyembelihnya, semata-mata membuat-buat kedustaan terhadap Allah. Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.” (QS. al-An’aam: 138)

`Ali bin Abi Thalhah mengatakan, dari Ibnu `Abbas: “Al-Hijr adalah sesuatu yang haram, dari apa-apa yang mereka haram terhadap washiilah dan yang lainnya. Hal yang lama juga dikatakan oleh Mujahid, adh-Dhahhak, as-Suddi, Qatadah, `Abdurrahman bin Zaid bin Aslam, dan yang lainnya.

Abu Bakar bin `Ayyasy mengatakan dari `Ashim bin Abi an-Najud, dia berkata, “Abu Wail pernah bertanya kepadaku, `Tahukah engkau apa yang terkandung dalam firman Allah: wa an’aamun hurrimat dhuHuuruHaa wa an’aamul laa yadzkurusmallaaHi ‘alaiHaa (“Binatang ternak yang diharamkan menungganginya dan binatang ternak yang mereka tidak menyebut nama Allah di waktu menyembelihnya.”)?’ ‘Tidak,’ jawabku. Lalu dia mengatakan, ‘Yaitu Bahiirah yang mana mereka tidak berhaji dengannya.”

(Bahiirah adalah unta betina yang telah beranak lima kali dan anak yang kelima itu jantan. Lalu unta betina itu dibelah telinganya, dilepaskan, tidak boleh ditunggangi, dan tidak boleh
diambil air susunya,-Pent.)

Mujahid berkata: “Di antara unta-unta mereka terdapat sekumpulan unta yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah, dan tidak pula dalam setiap keadaannya, tidak pada saat menungganginya, tidak pada saat memeras air susunya, dan tidak juga pada saat unta itu melahirkan atau dipekerjakan.”

Iftiraa-an ‘alaiHi (“Semata-mata membuat-bunt kedustaan terhadap-Nya.”) Yaitu kepada Allah. Dan kedustaan mereka bahwa apa yang mereka lakukan tersebut benar-benar bersandar pada agama dan syari’at Allah, padahal mereka sama sekali tidak diperbolehkan dan tidak diridhai melakukan hal tersebut.

sayajziiHim bimaa kaanuu yaftaruun (“Kelak Allah akan membalas mereka terhadap apa yang selalu mereka ada-adakan.”) Yaitu, terhadap-Nya dan menyandarkan kepada-Nya.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: