Wanita Dalam Pandangan Islam; Penutup

3 Mar

Wanita Dalam Pandangan Islam
Karya: Dr. Syarief Muhammad abdul adhim;
Penerjemah: Ibrahim Qamaruddin, Lc.

Pertanyaan orang-orang non muslim yang telah membaca cetakan yang lalu dari pelajaran ini yaitu: “Apakah wanita-wanita muslimah diperlakukan seperti ini (sebagaimana yang telah diterangkan dalam buku ini) pada masyarakat-masyarakat Islam sekarang?” Jawabanya, maaf (dengan sangat menyesal): “tidak…!”. Saya akan memberikan sebagian keterangan (titik terang) terhadap jawaban pertanyaan ini agar bisa memberikan gambaran secara sempurna kepada pembaca tentang posisi perempuan dalam Islam.

Sesungguhnya interaksi (perlakuan) terhadap perempuan dalam dunia Islam berbeda-beda dari satu masyarakat dengan masyarakat yang lain, dari satu pribadi dengan pribadi yang lain, karena disana terdapat beberapa hukum-hukum yang diikuti oleh setiap masyarakat. Sebagian besar masyarakat Islam sangat jauh dari ajaran-ajaran Islam, khususnya yang berkaitan dengan perlakuan terhadap wanita. Di sana terdapat dua sisi: sisi yang sangat fanatik, keras, mengikuti adat-adat dan tradisi, dan sisi yang lain adalah sisi yang bebas (liberal) dan mengikuti barat.

Masyarakat-masyarakat yang tenggelam dalam sisi yang pertama, memperlakukan perempuan sesuai dengan adat dan tradisi yang terwarisi diantara mereka. Dan adat ini mengharamkan perempuan untuk memperoleh hak-hak yang telah diberikan oleh Islam kepadanya. Hukum-hukum diterapkan terhadap perempuan sangat berbeda dengan hukum-hukum yang diterapkan terhadap laki-laki. Terdapat pebedaan yang sangat jauh diantara keduanya, perempuan tidak disenangi kelahirannya karena berbeda dengan anak-anak laki-laki, terkadang dilarang untuk mendapatkan pengajaran, diharamkan untuk mendapatkan warisan, selalu di bawah pengawasan hingga tidak ada yang bersumber darinya satu tindakan apapun kecuali moral. Sementara, laki-laki diterima semua tindakannya walaupun selain moral. Dan perempuan boleh dibunuh karena salah satu dari tindakan-tindakan tersebut, sementara anak laki-laki bangga dengan melakukan tindakan-tindakan ini. Perempuan tidak mempunyai hak untuk mengajukan pendapatnya dalam hal apapun, baik yang berkaitan dengan keluarga atau masyarakat. Dan mungkin, dia tidak mempunyai kebebasan menggunakan barang-barang dan hadiah-hadiah pernikahannya. Sebagai isteri, dia harus lebih mengutamakan untuk melahirkan anak laki-laki agar mendapatkan kedudukan yang tinggi dalam masyarakat.

Sementara, di sisi lain terdapat sebagian masyarakat yang Islami (sebagian golongan dalam masyarakat tersebut) yang telah menyuburkan aliran-aliran barat. Masyarakat ini mengikuti orang-orang Barat dengan taqlid buta pada segala sesuatu, bahkan dia mengambil adat-adat yang paling jelek pada masyarakat-masyarakat Barat. Yang terpenting, bagi perempuan pada masyarakat ini adalah hal yang baru, yaitu bepenampilan cantik. Maka dia senantiasa terobsesi dengan kecantikannya, beratnya, sangat memperhatikan badannya dan kecantikannya melebihi akalnya. Kehebatannya untuk menjerumuskan dan menakjubkan orang lain adalah suatu hal yang lebih diprioritaskan dari pada menimba ilmu dan posisinya dalam masyarakat. Dan tentu saja tidak terdapat mushaf di dalam tasnya, karena dipenuhi dengan alat-alat make up yang selalu dibawa bersamanya ke setiap tempat. Sementara kecantikan rohnya tersembunyi ketika ketertarikannya semakin bertambah, maka dia menghabiskan umurnya dengan mementingkan kewanitaannya dan tidak ada sama sekali perhatian terhadap kepribadiannnya.

Kenapa masyarakat Islam semakin jauh dari ajaran-ajaran Islam? Sangat susah untuk menjawab pertanyaan ini, karena keterangan tentang jauhnya orang-orang muslim dari ajaran al-Qur`an (khususnya yang berkaitan dengan perempuan) membutuhkan penelitian lain agar saya mampu untuk memberikan keterangan tentang jauhnya orang-orang muslim dari ajaran-ajaran agamanya, yang kebanyakan dari segi-segi kehidupan pada masa yang telah berlalu, karena di sana terdapat celah yang besar di antara apa yang wajib bagi orang-orang muslim dan apa yang mereka praktekkan sekarang.

Celah ini tidak terjadi pada akhir-akhir ini saja, akan tetapi ini adalah hasil dari akumulasi selama beberapa tahun yang semakin bertambah dari hari ke hari. Sangat jelas pengaruh dari celah ini yang kebanyakan mengenai segi-segi kehidupan pada dunia Islam sekarang, contohnya: zalim dalam hukum, pemisahan, kemunduran ekonomi, kezaliman masyarakat, keterlambatan ilmu dan lemah berfikir, dan lain-lain. Dan memposisikan perempuan dalam dunia Islam yang tidak ada hubungannya dengan Islam adalah salah satu tanda dari pengaruh yang memusnahkan ini.

Wajib memperbaiki kembali masyarakat Islam pada setiap segi dan kembali memposisikan perempuan sesuai dengan tempat sebelumnya. Dan juga wajib mengikuti ajaran-ajaran Islam sampai sempurna perbaikan ini. Ringkasnya, anggapan yang dikatakan bahwa sebab buruknya posisi perempuan dalam dunia Islam sekarang adalah karena Islam itu sendiri. Ini merupakan suatu keyakinan yang salah. Justru sebaliknya, setiap masalah yang dihadapi oleh orang-orang muslim adalah karena mereka semakin jauh dari ajaran-ajaran Islam. Saya harus menguatkan, bahwasanya tujuan dari penelitian ini bukanlah untuk menjelekkan atau merendahkan akidah orang-orang Yahudi dan Masihi. Posisi perempuan dalam akidah Yahudi dan Masihi yang semakin melemah sepanjang masa itu disebabkan oleh kondisi masyarakat dan pendapat-pendapat para Pendeta dan Santo yang berpengaruh pada keadaan ini, dan merubah hukum-hukum yang khusus berkaitan dengan perempuan.

Oleh karena Kitab al-Muqaddas itu sendiri ditulis oleh beberapa orang pada waktu yang berbeda-beda, maka berbeda pulalah pandangan mereka dan berubah sesuai dengan perbedaan nilai-nilai dan kondisi-kondisi kehidupan di sekitar mereka. Sebagai contoh, hukum-hukum yang khusus berkenaan dengan zina pada Perjanjian Lama berpihak melawan perempuan dengan bentuk yang tidak masuk akal. Ini disebabkan oleh kabilah-kabilah orang-orang Yahudi terdahulu yang sangat membanggakan keturunannya. Oleh karena itu, mereka takut jika perempuan melakukan hubungan apapun dengan seseorang yang berasal dari kabilah-kabilah tetangga. Hal ini tidak membuat kita simpati dengan hukum-hukum tersebut, namun sekedar untuk memahami sebab keberpihakan melawan perempuan. Dan juga serangan para Santo yang melawan perempuan seharusnya tidak ditafsirkan terpisah dari kebencian terhadap perempuan pada peradaban Yunani dan Romania. Maka, seharusnya kita tidak menghukum akidah-akidah Yahudi dan Masihi tanpa memposisikan kondisi-kondisi dan sejarah-sejarah sebagai I`tibar (penelitian).

Supaya kita memahami periode Islam dalam sejarah dan peradaban manusia, wajib bagi kita untuk memahami kondisi-kondisi sejarah yang telah dilewati oleh akidah orang-orang Yahudi dan Masihi. Karena lingkungan, kondisi, dan peradaban yang berbeda-beda sangat berpengaruh dalam membentuk akidah orang-orang Yahudi dan Masihi. Pada abad ke tujuh sebelum Hijrah, pengaruh ini telah menjadi faktor perubahan (pemalsuan) Risalah Ilahiyah yang telah diturunkan kepada Nabi Musa as. dan kepada Nabi Isa as. Semakin melemahnya kedudukan perempuan dalam akidah orang-orang Yahudi dan Masihi pada abad ketujuh merupakan contoh terhadap perubahan ini. Oleh karena itu, dibutuhkan Risalah Ilahiyah yang dapat mengembalikan manusia ke jalan yang lurus. Al-Qur`an telah menjelaskan bahwasanya periode Rasulullah Saw. ialah untuk membebaskan orang-orang Yahudi dan Masihi dari kesedihan-kesedihan yang menimpa mereka:

“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma`ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang munkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk, dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka, maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur`an), mereka itulah orang-orang yang beruntung”. (QS. Al-A`raaf: 157).

Islam bukanlah agama saingan bagi Yahudi dan Masihi, akan tetapi Islam adalah penyempurna risalah-risalah ilahiyah yang telah turun sebelumnya. Di akhir pembahasan ini, saya ingin mempersembahkan nasihat kepada masyarakat Islam, bahwa: “Telah diharamkan banyak hal terhadap perempuan-perempuan dari hak-haknya yang telah diperintahkan oleh Islam untuk ditunaikan, dan wajib memperbaiki apa yang telah terjadi. Hal ini wajib bagi setiap muslim (secara khusus), dan dunia Islam (secara umum) untuk meletakkan undang-undang yang tertulis di dalamnya hak-hak perempuan yang telah diperintahkan oleh Islam dan Rasul Islam Muhammad Saw.

Oleh karena itu, undang-undang tersebut wajib memberikan kepada perempuan hak-hak yang telah Allah Swt. berikan kepadanya, dan wajib mengusahakan segala cara untuk terlaksananya undang-undang ini. Sebetulnya hal ini adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan waktu, akan tetapi ini lebih bagus daripada tidak melakukan apa-apa sama sekali. Jika orang-orang muslim tidak menjamin hak-hak ibunya, isteri-isterinya, saudari-saudarinya, dan anak-anak perempuannya, maka siapakah yang akan menjamin hak-hak mereka?!

Lebih dari itu, kita wajib untuk menghilangkan segala adat-adat dan tradisi-tradisi yang salah, yang terwarisi dikalangan kita dan bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam. Bukankah al-Qur`an telah mengkritik dengan keras orang-orang Arab sebelum Islam muncul karena mereka mengikuti tradisi-tradisi nenek moyang mereka sebagai ikutan yang menyesatkan? Dan wajib bagi kita untuk melawan segala tradisi buruk yang datang kepada kita dari orang Barat atau dari peradaban manapun. Namun, wajib bagi kita untuk berkomunikasi dengan mereka dan belajar dari mereka setiap apa yang berfaidah, bermanfaat, dan hal ini adalah suatu hal yang dianjurkan oleh al-Qur`an:

“Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Lagi Maha Mengenal”. (QS. Al-Hujuraat: 13).

Akan tetapi wajib bagi kita untuk tidak mengikuti orang lain dengan taqlid buta, karena hal ini adalah sebagai tanda orang yang tidak berjiwa besar. Dan saya hadiahkan kalimat-kalimat ini kepada orang-orang selain muslim (Yahudi, Masihi, atau selainnya): “Sesungguhnya ini adalah suatu hal yang sangat mengherankan dengan mengkategorikan agama yang menjaga posisi perempuan dan memuliakannya sebagai penindasan terhadap perempuan. Hal ini adalah suatu keyakinan dari kebanyakan keyakinan-keyakinan yang menyebar di dunia kita sekarang. Dan hal ini telah dimuat oleh banyak artikel-artikel, kitab-kitab, sarana-sarana iklan dan film-film HOLLY WOOD.

Keyakinan-keyakinan yang salah ini menyebabkan jeleknya pemahaman dan rasa takut dari segala sesuatu yang berkaitan dengan Islam. Dan kita wajib menghilangkan segala sesuatu yang menjelekkan Islam dalam iklan, agar kita hidup dalam masyarakat yang sunyi dari perpecahan golongan, keberpihakan dan pemahaman yang jelek. Maka, wajib bagi orang-orang non muslim untuk menemukan bahwasanya di sana terdapat celah antara ajaran-ajaran Islam dan tingkah laku sebagian muslim sekarang, karena tingkah laku ini tidak bersumber dari Islam secara mutlak. Posisi perempuan pada masyarakat Islam sekarang jauh dari posisi yang telah dijelaskan oleh al-Qur`an. Seperti jauhnya posisi perempuan di Barat sekarang dari posisinya pada “Akidah Yahudi dan Masihi” sebenarnya. Maka wajib bagi orang-orang muslim dan non muslim untuk saling berkomunikasi, berdiskusi, agar mereka dapat menghilangkan keyakinan-keyakinan yang salah, segala keraguan dan ketakutan demi terciptanya kehidupan yang aman di masa mendatang.

Wajib bagi Islam untuk menjelaskan bahwa dia adalah agama yang memuliakan perempuan dan memberikan hak-haknya, dan dunia menemukan hal-hal tersebut pada abad ini saja. Islam memberikan jaminan untuk perempuan kemuliaan, kehormatan, dan penjagaan dari segala kejelekan sejak dia lahir sampai dia meninggal. Lebih dari itu Islam telah memberikan setiap kebutuhannya dari segi rohani, pikiran, materi dan kasih sayang. Tidak mengherankan bahwa kebanyakan orang yang memeluk Islam di British adalah wanita. Dan perbandingan antara jumlah perempuan dan jumlah laki-laki yang memeluk Islam di Amerika serikat adalah 4 banding 1.

Alam kita sekarang sangat membutuhkan Islam, agar bisa mengembalikannya ke jalan yang benar. Seorang Duta yang bernama Herman Ieltas telah mengatakan di depan panitia ikatan-ikatan luar negeri pada Kongres Amerika pada tanggal 24 juni 1985: “Sesungguhnya jumlah muslim sekarang lebih dari satu miliar, jumlah yang sangat menakjubkan, akan tetapi yang lebih mengherankan saya bahwasanya Islam adalah agama yang meng-Esakan Allah termasuk paling cepat menyebar. Jika hal ini menunjukkan terhadap sesuatu, berarti hal tersebut menunjukkan bahwasanya Islam adalah agama yang benar. Hal ini yang banyak menarik dari orang-orang yang saleh”. Betul! Islam adalah agama yang benar dan sudah tiba saatnya untuk mengungkap hal itu. Saya berharap semoga pembahasan ini adalah langkah untuk menuju ke jalan tersebut.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: